Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen

Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ? Simak Penjelasan Berikut

Tomat dikatakan siap panen jika kulit buah berubah dari hijau menjadi kuning, tepi daun menguning, dan batang mengering.Lalu Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ? Mari kita pelajari selengkapnya ulasan di bawah ini.

Tomat merupakan sayuran yang hampir setiap hari dibeli oleh ibu rumah tangga untuk dimasak di Indonesia. Untuk alasan ini, pangsa pasarnya sangat besar

Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum L.) berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Idealnya, dapat ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan 750-1250mg per tahun. Tomat tumbuh baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Lebih dari 400 varietas tomat ditanam di seluruh dunia. Ada varietas yang hanya ditemukan di dataran tinggi, ada pula yang hanya di dataran rendah, tetapi ada juga yang bisa ditanam di keduanya.

Pemilihan bibit tomat

Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam, terlebih dahulu Anda harus menyesuaikannya dengan kondisi tempat. Jika taman Anda terletak di dataran tinggi, pilih varietas yang cocok untuk pegunungan dan sebaliknya.

Bibit tomat sudah tersedia di berbagai toko saprotan. Jika Anda merasa sulit untuk mendapatkannya atau harganya terlalu tinggi, kami akan melakukannya sendiri. Anda dapat melakukannya dengan memilih tomat terbaik berdasarkan ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Pilih tomat yang ingin Anda gunakan sebagai benih. Kemudian biarkan tomat matang di pohon. Jika Anda sudah cukup umur, buang bijinya dan bersihkan dari selaput lendir yang menutupinya dengan air. Kemudian celupkan ke dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian jalankan seleksi pada biji tomat lagi, pilih bentuk yang sempurna (tanpa cacat atau kerutan). Kemudian jemur di bawah sinar matahari dan simpan dalam wadah kering dan steril.

Menabur benih tomat

Sebelum kita bisa menanamnya secara ekstensif, kita harus menabur benih tomat terlebih dahulu sampai memiliki daun dan batang yang cukup kuat. Penaburan harus dilakukan di tanah terpisah dengan penaburan massal.

Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ? Untuk menanam tomat, pilihlah tanah persemaian karung. Ini akan mengurangi risiko stres saat memindahkan tanaman. Namun, pembibitan plastik ini relatif lebih mahal. Saat memilih tempat tidur anak, berhati-hatilah saat mengekstrak dan memindahkan benih. Waktu tanam sebelum tanaman siap pindah adalah sekitar 35-40 hari.

Tip untuk bedengan pembibitan, buatlah matriks (garis) dengan jarak 5 cm dan kedalaman 1 cm di atas penyangga persemaian. Kemudian ambil benih dalam matrik, jangan ditumpuk, jarak antar benih sebaiknya 2-3 cm. Kemudian tutupi blok dengan tanah dan sirami dengan benar. Ada dua cara untuk mentransfer. Pertama, bilas dengan air sebelum mencabut benih untuk melunakkan akar agar akar tidak pecah saat pencabutan. Kedua, metode rotasi adalah memanen tanaman bersama dengan tanah di sekitarnya.

Ujung tas / pot pembibitan setelah mengebor lubang sedalam 1 cm di permukaan dudukan pembibitan. Kemudian masukkan sebutir biji tomat ke dalam setiap kantong, tutup dengan bahan tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau mengeluarkan kantong/wadah cat kuku. Kemudian masukkan tanaman beserta tanah pot ke dalam tiang/pot yang ada di lubang tanam.

Sebelumnya mari kita simak tahapan tahapan dari menanamnya dulu sehingga kita akan tahu Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen,yuk kita simak selengkapnya.

Pengolahan tanah

Tomat tumbuh dengan baik pada pH 5,5-7. Jika tanah terlalu asam (<5>

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur, lalu bentuk bedengan setinggi 30cm, lebar 1m, mengikuti kontur tanah. Jarak antara bedengan harus 30-40 cm. Kemudian biarkan tanah selama sekitar satu minggu.

Kemudian berikan pupuk dasar maksimal 20 ton per hektar berupa pupuk kandang organik, seperti pupuk kandang atau kompos. Campur merata di tempat tidur. Untuk memperkaya kandungan fosfor, Anda bisa menambahkan pupuk TSP secukupnya (sekitar 5 gram per tanaman). Untuk produksi tomat organik, tambahkan pupuk dasar sebagai pengganti pupuk, sekitar 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan plastik penutup tanah, penutup tanah sangat berguna terutama pada musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk menjaga kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan tomat serta menghindari kontak dengan tanah. Biarkan tanah kembali selama seminggu sebelum tanam.

Perkebunan bibit tomat

Pertama, buat lubang berdiameter 5-7 cm pada penutup tanah. Ada dua baris lubang dalam satu tempat tidur, jarak antara baris adalah 70-80cm, jarak antara lubang dalam satu baris adalah 40-50cm, kedalaman lubang sekitar. 5-7cm.

Kemudian masukkan bibit siap tanam. Untuk benih yang ditabur dalam karung atau pot, pertama-tama keluarkan wadahnya lalu masukkan semua tanah tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah di sekitarnya. Dalam hal benih ditanam di petak bunga, tambahkan tanaman dan kemudian isi dengan tanah yang digali di dalam lubang. Halus dan bilas dengan air untuk mempertahankan kelembaban.

Pemeliharaan dan perawatan

Tanaman tomat cukup sensitif dan membutuhkan perawatan intensif. Tanaman ini sangat sensitif terhadap hama dan penyakit, terutama yang tumbuh di dataran. Setelah panen, risiko kerusakan tomat tetap tinggi, sekitar 20-50%. Berikut adalah beberapa perawatan penting untuk menangani budidaya tomat.

A. Penyulaman

Sulaman digunakan untuk menggantikan tanaman yang tidak tumbuh, sakit atau mati karena waktu. Penyulaman dilakukan satu minggu setelah tomat disemai. Buang tanaman yang tampak tidak sehat (kuning / layu) atau mati. Ganti dengan sisa bibit.

B. Penyiangan

Dalam budidaya tomat, pengendalian gulma biasanya dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Penyiangan mungkin lebih jarang terjadi di area penanaman yang tertutup mulsa. Tujuan pengendalian gulma adalah untuk menghilangkan gulma di areal tanam. Pertumbuhan gulma mengganggu tanaman karena tanaman harus bersaing untuk mendapatkan unsur hara. Selain itu, gulma juga melawan hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama.

C. ukiran

Pemangkasan tanaman tomat dilakukan setiap minggu. Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera dipangkas agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda juga bisa dilakukan dengan tangan. Tetapi jika porosnya terlalu keras, gunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur tinggi tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Ujung tanaman dipotong setelah melihat jumlah sekitar 5-7 tandan buah.

D. Pemupukan tambahan

Dalam budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair dengan kandungan kalium tinggi selama pembungaan dan produksi buah (fase generatif). Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu. Perhatikan bahwa pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu dengan 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat bahwa konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, setelah tanaman berumur 2-3 minggu, pupuk kandang atau kompos dapat ditambahkan dengan dosis manual per tanaman.Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ? simak selengkapnya

Untuk menanam tomat non organik pada umur satu minggu, tambahkan campuran urea dan KCl 1:1, 1-2 gram per tanaman. Kemudian, setelah berumur 2-3 minggu, tambahkan kembali 5 gram urea dan KCl per tanaman. Jika tanaman masih tampak kurang gizi setelah berumur 4 minggu, tambahkan 7 gram Urea dan KCl per tanaman. Berhati-hatilah untuk tidak menambahkan urea dan KCl ke tanaman karena dapat merusak tanaman. Beri jarak 5-7 cm dari tanaman.

E irigasi

Tanaman tomat tidak membutuhkan terlalu banyak air, tetapi tidak kehabisan air. Kelebihan air selama budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) subur tetapi menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekurangan air yang berkepanjangan dapat menyebabkan buah tomat pecah-pecah.

Kekeringan yang berkepanjangan dapat menyebabkan pembungaan. Pengairan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika curah hujan relatif cukup, irigasi tidak diperlukan lagi. Yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang di area sayur. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan pada pagi hari. Hindari mengeringkan tanah.

F. Memasang lensa

Perlengkapan lenjeran atau tiang digunakan untuk mengikat tanaman agar tidak roboh. Lenjeran terbuat dari bambu dengan panjang 1,5-2 meter. Lenjeran disadap pada jarak sekitar 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran dapat dibiarkan secara vertikal secara mandiri atau ujungnya dapat diikat ke Lenjeran lain yang berdekatan. Memiringkan ujung sangat membantu dalam memperkuat posisi lenjeran.

Lenjeran harus dipasang sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan pada akar tanaman akibat daya rekat. Tanaman kecil pun memiliki akar yang belum menyebar kemana-mana, sehingga kemungkinan tersangkut kecil. Luka pada akar akibat lenjeran berlubang dapat menghambat pertumbuhan dan menimbulkan penyakit.

Lenjeran dipasang setelah tinggi tanaman 10-15 cm. Amankan tanaman tomat dengan kabel plastik ke kabelnya. Model yang akan direkatkan harus berbentuk 8 agar batang tomat tidak rusak karena bergesekan dengan batang lenjeran. Perban tidak boleh terlalu kuat untuk mencegah pertumbuhan batang. Kemudian setiap tanaman tumbuh hingga ketinggian 20cm, ikat batang tanaman ke tali dengan tali plastik.

Pengendalian hama dan penyakit

Berbagai jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat antara lain cacing buah, thrips, kutu daun, kutu kebul, lalat buah, tungau laba-laba, nematoda, penyakit layu, bercak daun, jamur daun, bercak coklat, busuk daun, dan busuk buah. Jika serangannya gila, kita bisa menyemprotkan pestisida pada hama dan penyakit. Penggunaan pestisida harus cerdas, beradaptasi dengan lingkungan sekitar (petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk penggunaan/takaran. Jika tomat yang akan ditanam ditujukan untuk pasar organik, produk perlindungan tanaman alami harus digunakan.

Hama dan penyakit dalam produksi tomat tidak dapat diberantas dengan pestisida saja. Karena manfaat pestisida hanya bersifat sementara dan jangka pendek. Lebih banyak serangan hama dan penyakit terus datang dan mungkin lebih tangguh. Meningkatkan dosis penggunaan pestisida dapat efektif, tetapi juga meningkatkan efek negatif pada lingkungan dan biaya produksi. Bahkan jika Anda perlu menggunakan pestisida, Anda mungkin ingin berganti merek.Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ?

Menggunakan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) untuk mengendalikan hama dan penyakit secara menyeluruh. Implementasi IPM harus berkelanjutan. Variabel yang perlu dipertimbangkan antara lain pemilihan benih unggul atau varietas yang sesuai, benih bebas penyakit, pemupukan berimbang, rotasi tanaman, penggunaan predator alami, penggunaan penolak serangga, dan terakhir penyemprotan pestisida, bahan kimia sintetis dan alami.

Nah kalo begitu Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ?

Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen

Tomat baru bisa dipanen 60-100 hari setelah tanam, tergantung varietasnya. Waktu panen berdasarkan umur tanaman terkadang tidak efektif. Pengamatan fisik tanaman dianjurkan. Tanaman tomat dikatakan siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kuning, tepi daun menguning, dan batang mengering.

Disarankan untuk meminumnya pada pagi atau sore hari, karena pada siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Dalam keadaan demikian penguapannya tinggi, sehingga tomat yang dipanen cepat layu. Panen bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia, rata-rata hasil tomat adalah 15,84 ton per hektar. Namun untuk beberapa varietas dan di daerah tertentu bisa mencapai 25-30 ton per hektar (234).

Berapa Lama Tomat Bisa Dipanen ? sudah terjawab kan,,,semoga  artikel ini bisa memberikan wawasan pada kalian ya terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.